Selasa, 06 Juli 2010

#^$&

Ini adalah kisahku. Seorang lelaki yang tak tahu akan jalan hidupnya akaan seperti apa.
Berbagai pengalaman manis dan penghargaan yang besar tak jarang ku peroleh. Dengan kerja keras dan keuletan ku bahagiakan orang - orang terdekatku, kerabatku, guru - guruku, terkhusus untuk kedua orang tuaku tercinta. Aku memang anak manja. Sejak kecil apa yang aku inginkan selalu dituruti oleh ibuku. yah, walaupun aku sudah punya adik tetap saja aku tak mau kalah berrebut perhatian dengan adikku untuk mendapatkan kasih sayang yang lebih. di sekolah, aku termasuk orang yang dibanggakan oleh guru - guruku. Prestasi yang ak raih di sekolah membawa nama harum bagi sekolahku tercinta. Kedekatanku dengan semua orang membuat aku mulai disegani dan menjadi orang yang sangat diharapkan di lingkunganku.

Berbicara tentang pergaulan, walaupun aku termasuk anak yang,,,"yah, bisa dikatakan kutu buku lah..." tapi jangan salah, teman - temanku juga banyak. Dari yang alim sampai maling semua aku punya. kehidupan yang aku lalui begitu indah sampai - sampai aku merasa bahwa ini adalah surgaku. Tidak semua orang bisa merasakan apa yang aku rasakan.

Tapi, entah siapa yang harus disalahkan. Keterpurukan mulai datang menghamiriku ketika aku hampir saja meraih puncak kesuksesanku. Awalnya memang tak terasa, pergaulan yang begitu asyik dan nyaman ternyata telah membuat semuanya hancur. Berawal dari hanya sekedar nongkrong. Kelihatannya memang gag berarti. Namun, dari situ aku mulai mengenal pergaulan bebas. sedikit demi sedikit tanpa terasa aku mlai meninggalkan kewajibanku untuk belajar.

Aku sempat belajar bermain musik waktu aku baru masuk SMP kelas 2 oleh kakakku yang berprofesi sebagai musisi waktu itu. Bangga rasanya bisa memainkan alat msik lebih hebat dari teman - teman sebayaku. Aku mulai merintis sebuah group band dan manggung dari satu tempat ke tempat lain. Diantara semua peserta akulah yang palng muda sehingga banyak yang salut akan permainanku. Sampai - sampai banyak yang ingin belajar dariku. Sungguh masa yang sangat jaya.

Karena darah mudaku masih tingi aku ingin merasakan apa yang teman - temanku rasakan. Aku adalah orang yang termasuk maniak dengan musik Punk. Dandananku mulai tak karuan. pakaian yang kumal, Celana robek, sepatu tinggi, assesoris yang begitu banyak ku kenakan, dan rambut yang....yah begitulah...
Setiap ada konser musik, aku bersma yang lain tak pernah ketinggalan jadwal. ngompreng sambil ngamen, wah sungguh indah waktu itu aku nikmatin.

Akhirnya, kenakalan remajaa yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya sedikit demi sedikit aku coba. Minum minuman keras, narkotika, tawuran, kriminalitas semua pernah ku rasakan.
Minimal dua kali dalam satu minggu ak menenggak minuman keras, pil anjing pun aku sikat. Alkohol murni menjadi minuman yang menyegarkan bagiku. Mencari seperak dua perak uang dengan mengamen untuk ku belika minuman keras. Kriminalitas menjadi hal yang sepele, mencuri, merampok, menodong adalah hal yang biasa. Menjadi buronan polisi dan di kejar - kejar massa karena melakukan tawuran dan keributan setiap melakukan pentas (punk Vs underground). Wanita seakan hanyalah sebuah mainan yang bisa di pakai kapan saja.

Setelah lulus SMA, aku mulai merasakan kejenuhan atas apa yang aku lakukan. Aku mulai mengingat kembali kejayaan masa kecilku dan mula melihat masa depanku. Penyesalan mulai muncul menghani\tui ketika semuanya menjadi hancur karena kesenangan sesaat.
Kini, aku bagaikan orang yang tersesat di tengah hutan di malam yang gelap. tak tau arah dan tujuan. Masa depank suram, bayangan hitam itu masih melekat dalam ingatan. Sedikit demi sedikit semua itu sudah mulai aku tinggalkan dan mulai membangun kembali pondasi yang hampir runtuh.

Hari - hariku sekarang tak menentu. Terkadang aku selalu dibayang - bayangi oleh ketakutan masa laluku. Takut kalau akan terjadi lagi karena ada hal - hal tertentu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar